Rabu, 21 Maret 2012

Pembagian Tauhid


Pembagian Tauhid
Tauhid terbagi menjadi  tiga:
Pertama:  Tauhid uluhiyah
            Tauhid inilah yang diakui oleh orang-orang kafir pada masa Rasulullah r dan beliau memerangi mereka dan tidak menganggap mereka termasuk dalam agama Islam. Beliau menghalalkan darah dan harta mereka. Yaitu tauhidullah dengan perbuatan-Nya yang maha tinggi.
Firman Allah I:
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَاْلأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللهُ فَقُلْ أَفَلاَتَتَّقُونَ
Katakanlah:"Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan" Maka mereka menjawab:"Allah". Maka katakanlah:"Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?" (QS. Yunus: 31)
Ayat-ayat yang menunjukkan tentang hal ini sangat banyak sekali.
Kedua: Tauhid uluhiyah
            Tauhid inilah yang menjadi perdebatan sejak dahulu kala hingga masa sekarang, yaitu mentauhidkan (mengesakan) Allah I dalam semua perbuatan hamba seperti berdoa, bernazar, menyembelih, raja`(mengharap), khauf(takut), tawakkal (berserah diri), raghbah (senang), rahbah (benci), inabah (kembali), satu persatu dari semua ini adalah berdasarkan dalil dari al-Qur`an.
Ketiga: Tauhid zat, asma` dan sifat
Firman Allah I:
Katakanlah:"Dialah Allah, Yang Maha Esa". Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Dan firman-Nya:
وَللهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalakanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A`raf:180)
Dan firman-Nya:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءُُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syura:11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar